A. Data Umum Materi
Inisial Anak : K.A
Usia : 4 Tahun
Film kesukaan : Pada Zaman Dahulu : Sang Kancil Dan Gong Raja Sulaiman
Waktu Tayang : Pagi pukul 08.30 WIB
Stasiun Televisi : MNCTV
Deskripsi Singkat :
KA, selain menonton Upin dan Ipin, ia juga senang sekali menonton Pada Zaman Dahulu. Serial ini merupakan serial anak-anak yang tayang pada pagi hari. Dimana serial ini menceritakan tenang petualangan seekor kancil yang lolos dari terkaman harimau dengan kepintarannya.
B. Penyampaian Konten
Penyampaian konten pada serial televisi untuk anak-anak yakni Pada Zaman Dahulu, Episode Kancil dan Gong Raja Sulaiman ini dengan menggunakan media kartun penuh.
Awal cerita dibuka dengan aktivitas sehari-hari kakek dan kedua cucunya, dengan beberapa kejadian yang bisa diambil hikmahnya. Dari kejadian-kejadian tersebut, kakek mulai bercerita tentang dongeng-dongeng pada zaman dahulu.
C. Konten Media
Cerita pada zaman dahulu ini dibuka dengan aktivitas keseharian seorang kakek dengan dua cucunya, yakni si abang dan si ara. Suatu hari saat mereka sedang menyapu halaman, ara menuju sebuah pohon rambutan, saat ia berbicara dengan boneka kesayangannya menghadap keatas, ia melihat banyak sekali buah rambutan yang siap di panen.
Ia meminta abangnya untuk memanjat pohon tersebut, namun kakek melarang abang untuk memanjat dikarenakakan abang tidak ahli dalam memanjat pohon. Kakek lalu pergi mengambil galah untuk memetik rambutan tersebut.
Saat kakek pergi, ara memaksa abangnya untuk memanjat pohon. Jadilah si abang memanjat pohon tersebut dan memakan buah rambutan yang ia temukan di atas. Saat ingin mengambil buah berikutnya, kaki dan tangannya terpeleset, ia hampir jatuh, bajunya tersangkut di sebuah pohon.
Saat kakek hendak membawanya turun, Ara memaksanya untuk menceritakan sebuah kisah yang tadi diucapkannya. Kakek lalu mulai bercerita tentang seekor kancil dan gong raja sulaiman.
Suatu hari hariau mengejar kancil, saat harimau hendak menerkam kacil ia terjebak masuk kedalam sebuah lumpur hidup. Saat kancil sedang berada disebuah kebun, sekelompok serangga mengejar kancil. Kancil lau bersembunyi di bambu dan terlena dengan suara yang dihasilkan oleh bambu tersebut dari tiupan angin.
Mendengar suara itu, si harimau pun terlena dengan keindahan suaranya. Si kancil berbohong pada harimau dengan mengatakan bahwa itu adalah suara seruling Raja Sulaiman.
Untuk yang kesekian kalinya, harimau mendapati kanci. Kali ini harimau benar-benar akan memangsa kancil sampai akhirnya, kancil berbohong lagi dengan mengatakan ada perlombaan yang diadakan oleh Raja Sulaiman apabila ada yang mampu memukul gong.
Kancil lalu menunjukkan gong tersebut yang sebenarnya adalah sarang tawon. Dengan bersemangat si harimau memukul tawon tersebut hingga terjatuh. Tawon-tawon tersebut kini mengejar harimau. Secara tidak langsung, kancil juga telah menyelamatkan buah-buah dihutan yang busuk karena dimakan oleh tawon-tawon tadi.
D. Tujuan atau Materi yang Ingin Disampaikan
Pada zaman dahulu : Kancil dan Gong Raja Sulaiman, adalah salah satu serial yang aman untuk ditonton oleh anak usia pra sekolah atau usia TK. Serial ini mengajarkan ganjaran dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan. Misalnya saja, kedengkian dan kesombongan harimau yang berakhir dengan musibah yang dialaminya yakni digigit tawon. Kecerdikan kancil yang melepaskan dirinya dari cengkraman harimau yang hendak memangsanya. Yang terakhir adalah, Haris yang memanjat pohon dan tersangkut karena telah melanggar perintah kakeknya untuk tidak memanjat pohon rambutan tersebut.
E. Saran Penonton
Serial ini sebaiknya ditonton oleh anak usia prasekolah dan TK. Selain karena pada masa ini anak sangat menyukai kartun, orang tua dapat dengan mudah mengajarkan anak untuk berbuat baik melalui medi ini.
Pengawasan orang tua dalam menonton setiap tayangan televisi yang diperuntukan untuk anak-anak menjadi faktor yang paling penting agar tidak serta merta anak menyerap semua yang ditontonnya. Orang tualah yang berperan untuk menyaring tayangan-tayangan untuk anak-anaknya.
Orang tua dapat menjelaskan ganjaran-ganjaran dari perbuatan baik atau tidak baik yang terjadi pada serial ini.
F. Pengemasan Media
Pengemasan serial Pada Zaman Dahulu : Kancil dan Gong Raja Sulaiman ini sangat menarik dan aman untuk ditonton oleh anak-anak, kartun dengan banyak warna-warni menjadi salah satu kesukaan anak-anak.
Serial ini adalah salah satu serial anak-anak yang mendidik dan aman untuk ditonton oleh anal-anal, karena mengajarkan hikmah dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan. Acara ini dsampaikan dengan cara yang jelas dan tidak mengandung unsur kekerasan.
G. Teori yang Relevan
Jika dilihat dari Tahap Perkembangan Piaget, serial televisi Pada Zaman Dahulu : Kancil dan Gong Raja Sulaiman ini cocok di tonton oleh anak yang berada pada tahap praoperasional. Tahap praoperasional ini berlangsung sekita usia 2 – 7 tahun, yang mana pada usia seperti ini anak sudah mampu menjelaskan dunia dengan kata-kata, gambar dan lukisan. Kata-kata dan gambar ini mencerminkan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi sensoris dan tindakan fisik.
Seperti yang sudah dijelaskan pada analisa sebelumnya, adapun teori yang relevan yang berkaitan dengan serial ini adalah teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura dan Walter Mischel. Fokus awal penelitian ini adalah pengamatan-pembelajaran yang terjadi melalui pengamatan terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Dalam pembelajaran pengamatan, orang secara kognitif mewakili perilaku orang lain dan kemudian kadang menerima perilaku ini untuk mereka sendiri.
Hal ini dapat terjadi pada anak-anak, mereka kerap kali cepat menirukan perilaku dari orang-orang terdekat mereka. Oleh sebab itu, serial televisi Pada Zaman Dahulu : Kancil dan Gong Raja Sulaiman ini baik untuk ditonton oleh anak-anak. Melalui cerita-cerita yang disampaikan dalam serial ini, orang tua bisa mengajarkan kepada anak-anaknya perilaku-perilaku yang dapat dijadikan contoh dan ganjaran-ganjaran yang akan didapatkan dari perilaku tersebut.
Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas. Jakarta : Erlangga.
No comments:
Post a Comment