![]() |
| Memahami Anak yang Tidak Ingin Pulang Sekolah |
Saya bukan seorang ibu-ibu tapi saya punya adik sepupu yang baru masuk TK, dan saya mau sharing bagaimana membujuknya agar mau pulang sekolah dengan saya.
Sebut saja Ulfi, ketika saya jemput disekolahnya dia bilang ke saya "Upi mau pulang sama Papa". Cara saya membujuknya adalah dengan mendengarkan dia terlebih dahulu.
1. Mencari Tahu Alasan Mengapa Ia Tidak Mau Pulang
Saya tanyakan dulu pada Ulfi mengapa ia tidak mau pulang? Dia bilang ke saya bahwa ia ingin pulang besama Papanya. Penjelasan lainnya yang saya dapatkan adalah yakni ia terlalu cepat di jemput. Ini berarti bahwa ia sebenarnya punya rencana atau keinginan lain setelah pulang sekolah.
2. Memberikan Penjelasan
Saya memberikan penjelasan bahwa kemarin sudah dijemput oleh papa dan hari ini papa sedang sibuk bekerja, oleh karena itu sayalah yang menjemputnya.
3. Mengetahui Keinginannya.
Poin penting yang saya tangkap bahwa gestur tubuhnya yang mengarah pada wahana permainan menujukkan bahwa ia sebenarnya ingin bermain dan mengatakan bahwa mengapa ia cepat sekali di jemput.
4. Berikan Kesempatan Bermain
Setelah mengetahui alasan dan keinginan ia sebenarnya, dan juga mempertimbangkan hari ini dia sudah bersekolah dengan baik (tanpa menangis dan minta pulang ataupun mencari orang tuanya) waktunya memberikan dia sedikit hadiah atau rewards yakni memberikan dia kesempatan untuk bermain.
Saya mengajaknya untuk bernegosiasi mengenai waktu bermain. Saya tawarkan untuk bermain 10 menit, kemudian dia minta 100 menit, karena tidak sabar menunggu kemudian saya memberinya 2 pilihan yang dia sukai dan tidak dia sukai. Pilihan Pertama, bermain 10 menit kemudian pulang sekolah ke Toko atau pilihan kedua bermain 20 menit tapi langsung pulang ke rumah. Kami pun deal dengan jari kelingking pada pilihan pertama.
5 Menit sebelum waktu bermain selesai saya ingatkan dia, karena dia setuju dan mampu melakukan negosiasi maka saya berikan bonus waktu bermain 5 menit.
Kemudian ketika waktu sudah selesai, saya ingatkan bahwa masih ada hari esok untuk sekolah dan bertemu dengan teman-temannya. Selain itu saya juga menanyakan pengalamannya disekolah, mendengarkan lebih banyak mengenai hal yang ia senangi dari sekolah, teman-teman dan gurunya, juga cita-citanya di masa depan. Ini adalah stimulus-stimulus agar besok dia bersemangat untuk kembali ke sekolah.
Nah sekian cerita saya mengenai cara mengatasi anak yang tidak mau dijemput sekolah.
PS: Membangun komunikasi dua arah dengan anak adalah hal yang tepat.

No comments:
Post a Comment