Terkadang kita banyak menemukan anak yang
tidak ingin sekolah atau ingin segera pulang sekolah. Namun ini adalah cerita
tentang adik sepupu saya R, dia sangat senang sekolah. Bahkan dia selalu
ingin lama-lama di sekolah. Hal tersebut terjadi karena sepulang sekolah dia
mengaji bersama dengan ustadzahnya.
Lalu apa sih yang membuat seorang anak ingin
berlama-lama di sekolah?
Ada beberapa hal yang berhasil saya observasi,
seperti berikut ini:
1. Teman Bermain
Disekolah, adik
sepupu saya memiliki banyak sekali teman, hal ini berbanding terbalik dengan
kondisi lingkungan tempat tinggalnya. R tinggal di lingkungan perumahan yang
tidak ada anak seusia dia.
Dia selalu semangat
menceritakan teman-temannya, bagaimana mereka berbagi makanan, bermain bersama
dan janjian main bersama esok harinya. Kadang ketika R pulang duluan
temannya akan mengingatkan “Besok main lagi ya” (Betapa indahnya masa
anak-anak)
2. Wahana Permainan
Berbeda dengan
sekolahnya yang lama, sekolahnya yang sekarang menyediakan banyak sekali wahana
permainan, baik yang tradisional, modern maupuan yang edukatif. Bermain diluar
kelas atau pun didalam kelas.
Ketika baru-baru
sekolah, dia akan marah jika saya tidak membiarkan dia bermain terlebih dahulu.
Saya memperhatikannya, betapa bahagianya dia mencoba semua permainan itu
bersama teman-temannya. Selalu ada kebahagiaan melihat dia tertawa seperti itu.
3. Kedua Orang Tua Bekerja
Pagi hari sarapan dan diantar
sekolah oleh ibunya. Kemudian siang hari ketika pulang sekolah dia biasanya
bermain dengan kakak perempuannya dan asisten ibunya. Pernah beberapa kali
asisten ibunya membawa anaknya yang lebih kecil daripada R dan mereka
bermain bersama.
Sore dan malam hari biasanya R bersama orang tuanya, dan ketika weekend mereka selalu mengisinya dengan
kegiatan bersama keluarga, entah jalan-jalan, berenang, dan lain sebagainya.
Kecuali jika istirahat siang
dan ibunya pulang, biasanya R mau langsung pulang atau ketika akan ke
kantor milik bapaknya.
R anak yang pintar, dia
selalu bisa memahami orang tuanya yang bekerja.
Poin ketiga adalah poin
tambahan, bagi orang tua setelah pulang bekerja bisa memilih beberapa kegiatan
antara orang tua dan anak di waktu senggang sehingga tetap terjaga kelekatan
antara anak dan orang tua.
Setiap anak punya alasan
yang berbeda mengapa ia senang sekali berada di sekolah. Tugas orang tua adalah
memahami anaknya dan tidak membanding-bandingkannya dengan anak yang lain.
Karena semua anak adalah spesial.
Masa kanak-kanak
merupakan masa yang sebaiknya dihabiskan dengan bermain, iya bermain sambil
belajar, dan berharap R mengisi masa kanak-kanaknya dengan bermain dan
memiliki pengalaman diluar rumah, dia juga sangat senang bermain dan disatu
sisi dia khawatir tidak ada yang menjemputnya. Oleh karena itu saya selalu
membiarkan dia bermain hingga dia bosan untuk bermain, terkadang saya juga
memberikan dia waktu bermain hal ini saya lakukan agar dia bisa belajar
disiplin waktu.
Ada bebera hal yang
saya lakukan ketika menjemputnya bermain, hal ini saya lakukan agar dia juga
merasa bahwa dia diperhatikan.
1.
Menjemputnya Tepat Waktu
Biasanya saya menjemputnya jam 11.30 ketika dia selesai mengaji. Tapi
beberapa waktu yang lalu dia marah pada saya dan mengira saya menjemputnya
terlambat. Dia mengutarakan keinginannya pada saya yakni ingin seperti ibu-ibu
temannya yang lain yang sudah menunggunya didepan kelas.
Saya melakukan seperti keinginannya dan dia selalu terlihat bahagia.
2.
Mengulang Kembali Jadwalnya
Ketika saya sudah terlihat didepan kelasnya saya mengingatkan dia
kembali tentang jadwalnya yakni mengaji sepulang sekolah. Karena dia memang
tidak suka jika langsung diajak pulang.
3.
Memberi Kesempatan Untuk Bermain
Seperti yang telah saya jelaskan diawal bahwa seusia R memang sedang
senang bermain. Terlebih jika melihat dia yang selalu bahagia bermain dengan
teman-teman seusianya.
Memberinnya kesampatan untuk bermain juga sebagai hadiah karena dia
telah berhasil sekolah dengan baik tanpa menangis atau ingin pulang.
4.
Menemaninya Bermain
Tidak selalu saya temani dia bermain karena dia lebih suka bermain
dengan teman-temannya. Terkadang juga dia menolak untuk saya ajak bermain.
5.
Melihat Reaksinya
Menilai reaksi anak juga sangat penting. Jika dia senang dengan apa yang
saya lakukan padanya, di lain hari akan saya ulangi. Seperti menjemputnya tepat
waktu dan memberinya kesempatan untuk bermain.
6. Bertanya Kegiatannya Di Sekolah
Komunikasi juga sangat penting dibangun. Biasanya ketika berada di atas
motor, dia menceritakan kepada saya bagaimana dia berbagi makanan dengan temannya,
lagu-lagu yang diajarkan oleh guru-gurunya, do’a-do’a, hadits dan juga surah
Al-Qur’an yang diajarkan kepadanya.
Itu adalah sedikit pengalaman
saya bersama adik saya R. Tentu masih banyak PR-PR yang belum saya pecahkan
mengenai pengasuhan anak khususnya adik sepupu saya R . Saya juga masih
belajar dan apa yang sedang saya pelajari akan saya tulis, kelak jika menghadapi
hal yang sama saya tahu cara menyelesaikannya.

No comments:
Post a Comment