Wednesday, 4 October 2017

MEMAHAMI ANAK YANG MASIH INGIN DI SEKOLAH



“Membiarkan anak bermain pasir, lebih baik dibandingkan melihat dia bersama gadget seharian”


Terkadang kita banyak menemukan anak yang tidak ingin sekolah atau ingin segera pulang sekolah. Namun ini adalah cerita tentang adik sepupu saya R, dia sangat senang sekolah. Bahkan dia selalu ingin lama-lama di sekolah. Hal tersebut terjadi karena sepulang sekolah dia mengaji bersama dengan ustadzahnya.

Lalu apa sih yang membuat seorang anak ingin berlama-lama di sekolah?
Ada beberapa hal yang berhasil saya observasi, seperti berikut ini:

1. Teman Bermain

Disekolah, adik sepupu saya memiliki banyak sekali teman, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. R tinggal di lingkungan perumahan yang tidak ada anak seusia dia.

Dia selalu semangat menceritakan teman-temannya, bagaimana mereka berbagi makanan, bermain bersama dan janjian main bersama esok harinya. Kadang ketika R pulang duluan temannya akan mengingatkan “Besok main lagi ya” (Betapa indahnya masa anak-anak)

2. Wahana Permainan

Berbeda dengan sekolahnya yang lama, sekolahnya yang sekarang menyediakan banyak sekali wahana permainan, baik yang tradisional, modern maupuan yang edukatif. Bermain diluar kelas atau pun didalam kelas.

Ketika baru-baru sekolah, dia akan marah jika saya tidak membiarkan dia bermain terlebih dahulu. Saya memperhatikannya, betapa bahagianya dia mencoba semua permainan itu bersama teman-temannya. Selalu ada kebahagiaan melihat dia tertawa seperti itu.

3. Kedua Orang Tua Bekerja

Pagi hari sarapan dan diantar sekolah oleh ibunya. Kemudian siang hari ketika pulang sekolah dia biasanya bermain dengan kakak perempuannya dan asisten ibunya. Pernah beberapa kali asisten ibunya membawa anaknya yang lebih kecil daripada  R dan mereka bermain bersama.

Sore dan malam hari biasanya  R bersama orang tuanya, dan ketika weekend mereka selalu mengisinya dengan kegiatan bersama keluarga, entah jalan-jalan, berenang, dan lain sebagainya.

Kecuali jika istirahat siang dan ibunya pulang, biasanya  R mau langsung pulang atau ketika akan ke kantor milik bapaknya.

 R anak yang pintar, dia selalu bisa memahami orang tuanya yang bekerja.


            Poin ketiga adalah poin tambahan, bagi orang tua setelah pulang bekerja bisa memilih beberapa kegiatan antara orang tua dan anak di waktu senggang sehingga tetap terjaga kelekatan antara anak dan orang tua.

Setiap anak punya alasan yang berbeda mengapa ia senang sekali berada di sekolah. Tugas orang tua adalah memahami anaknya dan tidak membanding-bandingkannya dengan anak yang lain. Karena semua anak adalah spesial.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang sebaiknya dihabiskan dengan bermain, iya bermain sambil belajar, dan berharap R mengisi masa kanak-kanaknya dengan bermain dan memiliki pengalaman diluar rumah, dia juga sangat senang bermain dan disatu sisi dia khawatir tidak ada yang menjemputnya. Oleh karena itu saya selalu membiarkan dia bermain hingga dia bosan untuk bermain, terkadang saya juga memberikan dia waktu bermain hal ini saya lakukan agar dia bisa belajar disiplin waktu.

Ada bebera hal yang saya lakukan ketika menjemputnya bermain, hal ini saya lakukan agar dia juga merasa bahwa dia diperhatikan.

1.       Menjemputnya Tepat Waktu

Biasanya saya menjemputnya jam 11.30 ketika dia selesai mengaji. Tapi beberapa waktu yang lalu dia marah pada saya dan mengira saya menjemputnya terlambat. Dia mengutarakan keinginannya pada saya yakni ingin seperti ibu-ibu temannya yang lain yang sudah menunggunya didepan kelas.

Saya melakukan seperti keinginannya dan dia selalu terlihat bahagia.

2.       Mengulang Kembali Jadwalnya

Ketika saya sudah terlihat didepan kelasnya saya mengingatkan dia kembali tentang jadwalnya yakni mengaji sepulang sekolah. Karena dia memang tidak suka jika langsung diajak pulang.

3.       Memberi Kesempatan Untuk Bermain

Seperti yang telah saya jelaskan diawal bahwa seusia  R memang sedang senang bermain. Terlebih jika melihat dia yang selalu bahagia bermain dengan teman-teman seusianya.

Memberinnya kesampatan untuk bermain juga sebagai hadiah karena dia telah berhasil sekolah dengan baik tanpa menangis atau ingin pulang.

4.       Menemaninya Bermain

Tidak selalu saya temani dia bermain karena dia lebih suka bermain dengan teman-temannya. Terkadang juga dia menolak untuk saya ajak bermain.

5.       Melihat Reaksinya

Menilai reaksi anak juga sangat penting. Jika dia senang dengan apa yang saya lakukan padanya, di lain hari akan saya ulangi. Seperti menjemputnya tepat waktu dan memberinya kesempatan untuk bermain.

6.      Bertanya Kegiatannya Di Sekolah

Komunikasi juga sangat penting dibangun. Biasanya ketika berada di atas motor, dia menceritakan kepada saya bagaimana dia berbagi makanan dengan temannya, lagu-lagu yang diajarkan oleh guru-gurunya, do’a-do’a, hadits dan juga surah Al-Qur’an yang diajarkan kepadanya.

                Itu adalah sedikit pengalaman saya bersama adik saya R. Tentu masih banyak PR-PR yang belum saya pecahkan mengenai pengasuhan anak khususnya adik sepupu saya R . Saya juga masih belajar dan apa yang sedang saya pelajari akan saya tulis, kelak jika menghadapi hal yang sama saya tahu cara menyelesaikannya.



No comments:

Post a Comment

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...