Sunday, 21 May 2017

Memanfaatkan Hari Minggu Terakhir


Memancing

Bagik Polak Barat - Kebanyakan penduduk Pulau Lombok saat hari minggu terakhir menjelang bulan Ramadhan dimanfaatkan dengan rekreasi bersama keluarga ke pantai, kolam renang, air terjun dan tempat-tempat wisata lainnya. 


Namun lain halnya dengan 4 orang laki-laki yang ditemui di kokoq Karang Kebon Barat, Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi. Aspari selaku warga pendatang asal Abian Tubuh menjelaskan bahwa ia mengisi waktunya ketika tidak bekerja dengan memancing ikan di kokoq Karang Kebon Barat. 

"Ikannya ya ada, tapi agak susah makannya disini. Ada ikan mujaer juga disini" 

Berbeda dengan Aspari, Abah Noar dengan sukarela membakar sampah-sampah yang menumpuk kemudian menghayutkannya sedikit demi sedikit. Hal tersebut ia lakukan lantaran khawatir dengan keramba ikan miliknya dan rekan-rekannya yang lain. Jika sampah-sampah yang telah kering dapat dibakar, maka akan meminimalisir ukurannya ketika terbawa arus air kali, hal tersebut tentu tidak terlalu mengkhawatirkan keramba ikan akan hanyut. Pada musim hujan atau air kali meluap, tidak menutup kemungkinan bahwa tumpukan sampah-sampah tersebut akan menghayutkan keramba ikan milik warga apabila tidak segera dibersihkan. (Ly)

Setelah membakar sampah



Friday, 19 May 2017

REMAS ASSASUTTAQWA JUAL TAKJIL SELAMA RAMADHAN UNTUK SANTUNI ANAK YATIM PIATU


Bagik Polak Barat – Sejumlah remaja-remaji masjid Assasuttaqwa secara aktif berkumpul di masjid ba’da isya guna membicarakan rencana santunan anak yatim piatu selama bulan ramadhan di Desa Bagik Polak Barat, Jumat (19/05). Ketua Karang Taruna Desa Bagik Polak Barat, Muhammad Ramli, S.Pd saat menggelar rapat untuk kedua kalinya menceritakan bahwa ia pribadi merasa minder dengan Dusun Jerneng yang seringkali, bahkan hampir setiap hari mengadakan santunan untuk anak yatim piatu.

“Oleh karena itu acara lomba yang setiap bulan ramadhan selalu kita laksanakan di majid, untuk tahun ini kita cut dulu, kita ganti dengan acara santunan anak yatim piatu” tuturnya.

Menindaklanjuti rapat sebelumnya untuk menarik perhatian para donator, Karang Taruna Remaja Masjid tahun ini akan berjualan aneka takjil selama bulan Ramadhan. Team Marketing santunan anak yatim piatu dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama memegang misi door-to-door dimana mereka akan berjualan dari rumah ke rumah untuk menawarkan takjil kepada warga dan kelompok kedua dengan misi food stand akan menawarkan produk makanan di depan masjid kepada warga yang lewat atau sedang ngabuburit.

Mereka, para remaja berharap dengan kegiatan ini dapat mengetuk pintu hati donatur agar bersama-sama mendukung dan mau berbagi dengan anak yatim piatu.


“Bagi saudara-saudara yang ingin mendukung dan menyayangi anak-anak kita dengan cara berdonasi bisa langsung menghubungi kami Remaja-Remaji Masjid Assasuttaqwa Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat”. (Ly)

Wednesday, 17 May 2017

SELAMAT HARI BUKU



SELAMAT HARI BUKU 

📚Mari budayakan kembali membaca buku😊

Punya buku, majalah atau kitab tak terpakai?
Bisa disumbangkan ke TBM Bagik Polak Barat😉

CP: 081907529010 (Whatsapp)

BAGIK POLAK BARAT DAN BAGIK POLAK, BAK PUTRI YANG TERTUKAR



Bagik Polak Barat - Tidak banyak orang yang memahami perbedaan desa Bagik Polak Barat dengan Bagik Polak. Tidak jarang pula ketika lomba-lomba desa yang harusnya menyebut Bagik Polak Barat menjadi Bagik Polak, ataupun sebaliknya.

Dahulu memang orang mengenal desa Bagik Polak sebagai satu kesatuan desa yang terdiri dari Dusun Jogot, Jerneng, Lendang, Enjak, Rerot, Karang Kebon Barat, Karang Kebon Timur dan Karang Bucu. Kemudian pada tahun 2012 Bagik Polak mengalami pemekaran menjadi dua desa yakni Desa Bagik Polak dan Desa Bagik Polak Barat, dimana Dusun Jogot (sebelum terpecah menjadi beberapa dusun), Lendang dan Jerneng resmi bergabung dalam Desa Bagik Polak Barat.

Desa Bagik Polak Barat merupakan salah satu desa dari 12 (dua belas) desa di Kecamatan Labuapi dengan luas 220 Ha atau 2, 2 Km2  yang terdiri dari 6 (enam) dusun dan 24 RT, sebagai berikut:

1.      Dusun Lendang           terdiri dari  2  RT
2.      Dusun Jogot Timur      terdiri dari  3  RT
3.      Dusun Jogot Tengah    terdiri dari  3  RT
4.      Dusun Jogot Selatan    terdiri dari  2  RT
5.      Dusun Jogot Barat       terdiri dari  3  RT
6.      Dusun Jerneng             terdiri dari 11 RT

Nama Bagik Polak Barat sendiri diambil dari nama desa induk sebelumnya dan ditambahkan kata Barat karena terletak disebelah barat desa asal atau induk.

Adapun pejabat Kepala Desa Bagik Polak Barat sejak terbentuknya tahun 2012 hingga saat ini adalah Hasmak Tasar. (Ly)



Thursday, 4 May 2017

NIAT KLAIM BSM MALAH KECELAKAAN



Sebuah kecelakaan antar seorang pemuda pengendara sepeda motor ninja dan seorang ibu-ibu pengendara sepeda motor vario kamis (04/05) sekitar pukul 15.00 WITA di JL. TGH Lopan, Kecamatan Labuapi depan BRI Bagik Polak tidak dapat dihindari, kendati mereka datang dari arah yang sama.

Menurut keterangan saksi berinisial E, kedua motor tersebut sebenarnya datang dari arah yang sama yakni dari Labuapi. Ibu pengendara sepeda motor vario yang belum diketahui namanya tersebut sedang memotong jalan dan berusaha menyebrang guna mencairkan BSM di BRI Bagik Polak, tiba-tiba dari arah yang sama pengendara sepeda motor ninja datang dan menabraknya.

“Ibu itu langsung dibawa ke rumah sakit tadi, mungkin kakinya patah soalnya ga bisa jalan” tutur E yang saat itu berada di lokasi kejadian.



“Ibu tadi berhenti, sebenarnya saya sudah ngerem dari arah sana, sampai sini saya udah ga bisa ngerem lagi, makanya tadi masih agak pelanan sih, tapi ini sudah ada polisi juga yang datang, saya cuma khawatir sama ibu itu aja” Tutur pemuda pengendara ninja.  Meskipun tidak mengalami luka-luka, pemuda yang didampingi oleh seorang polisi tersebut masih tampak kaget dan pucat beberapa saat setelah kejadian yang menimpanya. (Ly)

Tuesday, 2 May 2017

Fenomena Coret Baju Saat Kelulusan



Jalan TGH Lopan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat tidak seperti biasanya. Semakin siang, semakin banyak pelajar dengan seragam yang di coret menggunakan pilok warna-warni berkelompok melintasi jalan tersebut. Para pelajar SMA/Sederajat ini sedang merayakan hari kelulusannya tepat pada hari ini (02/05)  yang juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, mereka berbonceng-boncengan menggunakan motor dan berkali-kali melintas di Jalan TGH Lopan dengan membawa pasukan yang semakin banyak. 

"Saya gak tau temen-temen saya lulus semua atau gak, tapi ya saya seneng aja udah lulus sekolah" syukur salah satu pelajar wanita. 

Fenomena merayakan kelulusan dengan mencoret baju seragam tersebut memang selalu terjadi setiap tahunnya dan melakukan konvoi di jalan serta tempat-tempat wisata lainya sepanjang hari, tidak menutup kemungkinan juga seringkali terjadi kecelakaan yang berujung maut pada perayaan kelulusan di Indonesia.

Sejumlah Anggota Kepolisian dan Satpol PP juga sudah bertugas untuk mengamankan beberapa titik di wiliayah Lombok Barat, khususnya di tempat wisata Sesaot yang notabene memang selalu menjadi tujuan kelulusan SMA/Sederajat disetiap tahunnya.

"Polisi emang sudah jaga dibanyak tempat, kami juga ini habis dikejar polisi di wilayah Narmada. Di Narmada ada sekompi truck, jadinya kita ga bisa kemana-kemana karena banyak polisi dan satpol PP yang jaga dimana-mana, apalagi di Bundaran Gerung, jadi ya cuma gini aja keliaran kesana-kemari di jalan" Cerita 4 orang pelajar laki-laki. (Ly) 

Saturday, 29 April 2017

Ragam Pilihan Kuliner Malam Hari di Pagutan



Empat tahun meninggalkan Pulau Lombok tercinta, Kota Mataram rupanya semakin kaya dengan aneka macam kulinernya saat ini, mulai dari food street yang biasa beroperasi mulai sore, café-café yang mulai menjamur dengan nuansa vintage ataupun modern, hingga restoran-restoran, juga beberapa trotoar yang digunakan untuk berjualan. Pilihan makannya pun sangat bervariasi mulai dari makanan tradisional dari beberapa derah seperti Malang, Bandung, Madura, Blitar, Lombok dan lain sebagainya hingga makanan-makanan oriental.

Sepanjang Jalan Bung Karno, Pagutan Mataram pada malam hari menyajikan begitu banyak ragam kuliner nusantara mulai dari yang manis-manis hingga yang pedas juga ada sepanjang jalan tersebut, seperti Sate Madura, bubur kancang ijo, molen, onde-onde cilik, seblak basah, putu ayu, singkong keju, martabak manis dan martabak telur, tahu tek atau tahu telur, dan masih banyak kuliner Nusantara lainnya.



Beragamnya jumlah penjual makanan yang beada di daerah-daerah strategis atau pusat kota dan meningkatnya jumlah konsumen tentu membawa dampak yang positif tentunya bagi pendapatan daerah. 

Mungkin kedepannya kita bisa segera menikmati jajanan nusantara lainnya seperti cimol, sempol, cireng, kue cubit dan lain sebagainya, layaknya leker yang saat ini kian menjadi viral :) (Ly) - 05

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...