![]() |
| Roah di Mushalla |
Suka cita dalam menyambut bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dirasakan oleh berbagaimacam pihak, salah satunya adalah penduduk desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat pada Jum'at (26/05).
Satu hari sebelum hari puasa maupun Hari Raya Idul Fitri disebut dengan jelo penampahan atau hari persiapan, dimana pada hari ini masyarakat biasanya membersihkan rumah mereka masing-masing, berbelanja untuk kebutuhan dapur dan roah (syukuran) di masjid dan mushalla di suatu desa dengan membawa dulang masing-masing kepada rumah tangga.
Anggota keluarga bisasanya bekerja sama dalam mempersiapkan roah untuk sore hari menjelang waktu sholat maghrib. Laki-laki membantu para istri mempersiapkan bahan makanan untuk diolah, misalnya menyembelih ayam. Anak-anak biasanya turut membantu ibu mereka membersihkan rumah dan pekarangan.
Cara dan menu makan biasanya sederhana, yang bermakna adalah kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut bulan Suci Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.
Pada umumnya, acara roah dilakukan oleh pihak laki-laki dalam suatu keluarga dan perempuan yang membantu menyiapkan dulang atau nampan berisi makanan. Kemudian para lelaki membawa dulang tersebut menuju ke masjid atau mushalla terdekat. 15 menit sebelum adzan magrib biasanya acara roah sudah dimulai, dibuka dengan dzikir bersama, do'a, makan bersama dan shalat magrib berjama'ah. Jika penampahan Hari Raya Idul Fitri biasanya selesai sholat magrib masyarakat akan bersiap-siap untuk melaksanakan takbir keliling. (Ly)
Anggota keluarga bisasanya bekerja sama dalam mempersiapkan roah untuk sore hari menjelang waktu sholat maghrib. Laki-laki membantu para istri mempersiapkan bahan makanan untuk diolah, misalnya menyembelih ayam. Anak-anak biasanya turut membantu ibu mereka membersihkan rumah dan pekarangan.
Cara dan menu makan biasanya sederhana, yang bermakna adalah kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut bulan Suci Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.
Pada umumnya, acara roah dilakukan oleh pihak laki-laki dalam suatu keluarga dan perempuan yang membantu menyiapkan dulang atau nampan berisi makanan. Kemudian para lelaki membawa dulang tersebut menuju ke masjid atau mushalla terdekat. 15 menit sebelum adzan magrib biasanya acara roah sudah dimulai, dibuka dengan dzikir bersama, do'a, makan bersama dan shalat magrib berjama'ah. Jika penampahan Hari Raya Idul Fitri biasanya selesai sholat magrib masyarakat akan bersiap-siap untuk melaksanakan takbir keliling. (Ly)
![]() |
| Roah di Mushalla |


Lombok kren
ReplyDeleteTerimakasih :)
Delete