Monday, 12 June 2017

He Is We - Our July In The Rain [Music On]

It's Raining Outside My Office

Lagu favoritku, cuaca dan perasaanku. Sebenarnya aku sedang ingin curhat tapi ah tidak mungkin bagiku untuk curhat di media, heheheh.

Sebenarnya aku bingung dengan cuaca diluar sana 'Mengapa setiap hari hujan? Salahku apa?'. Sepertinya hujan ini memang senada dengan perasaanku hari ini, dan beberapa hari kemarin. Seluruh perasaanku, aduh rasanya aku ingin menghilang sejenak dan terasing.

Kenapa tulisan ini tidak berbobot dan tidak penting sekali? -____-

Aku tipe orang yang tidak suka hujan, tapi aku suka sekali dengan penyanyi yang satu ini dan lagu-lagunya. Aku tidak suka hujan bukan karena aku tidak ingin bersyukur, aku tidak suka hujan karena hujan menghalangi rencanaku dan memaksaku tinggal. Tapi hujan hari ini seperti berkata padaku "Just stay here, you need to be alone for a moment and take a breath". 


RUMAH GURU KEBOBOLAN, LAPTOP SEKOLAH DIGONDOL MALING



Jeratan ekonomi dan gaya hidup membuat sebagian orang memilih jalan terakhir untuk mendapatkan uang yakni dengan cara merugikan orang lain pula. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu dimana maraknya kasus-kasus pencurian, baik pencurian dengan cara kekerasan (curas) yang menimbulkan korban jiwa maupun pencurian di tempat umum. Salah satu kasus pencurian terjadi di dusun Giri Jati, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi yang menimpa salah seorang guru SMP Miftahul Falah, Ilham Efendy, S,Pd, dini hari tadi Senin (12/06) sekitar pukul 01.00 WITA.

Korban yang juga merupakan anggota dari KIM-Albajuri menjelaskan bahwa pencurian tersebut dilakukan dengan cara mencongkel pintu. Awalnya korban mendengar seperti suara pintu yang digaruk kemudian berpikir bahwa suara tersebut berasal dari tikus-tikus seperti biasanya.

“Tidak ada korban jiwa, tidak ada yang terluka, hanya laptop Asus warna putih 11 inch milik sekolah yang hilang dan juga sepatu saya. Yang sebelah dibawa kabur dan sebelahnya lagi ditinggal dirumah Tuaq Fen yang juga jadi korban” Tutur Ilham Efendy, S.Pd.

Lebih jauh lagi ia menambahkan bahwa 2 tahun yang lalu juga sempat terjadi pencurian serupa dimana Laptop sekolah dan juga sebuah tablet berhasil di gasak maling.

Selain rumahnya, ada tiga rumah lagi yang menjadi aksi kebrutalan pencuri yakni rumah saudaranya Fad, Habib dan Tuaq Fen. Aksi pencurian tersebut pertama kali disadari oleh Habibi yang juga merupakan salah satu korban, sejurus kemudian ia segera menelpon korban dan warga yang sedang tadarus. (Ly)

Friday, 9 June 2017

JOGOT MADANI RESIDENCE DEVELOPED BY PT. LATANSA BERKAH BERKEMBANG


Diatas tanah seluas 3,8 Ha sebuah perumahan muslim eksklusif dibangun didesa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pembangunan perumahan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk saat ini dan permintaan akan hunian yang semakin meningkat pula.

“Banyak masyarakat yang juga menginginkan perumahan non subsidi dimana dari segi bangunannya lebih luas, lingkungannya lebih nyaman dan lebih rapi, kualitas bangunan dan material bahan yang digunakan juga lebih bagus” Jelas H. Baihaki, S.Ag., M.A selaku developer Jogot Madani Residence yang juga merupakan penduduk asli desa Bagik Polak Barat.


Perumahan muslim ini dilengkapi juga dengan sarana pendidikan seperti PAUD dan Madrasah, taman lingkungan, one gate system, 24 jam security, jalan utama 9 meter dan CCTV pada pos security. 

Friday, 2 June 2017

SANTUNI YATIM DARI HASIL PENJUALAN TAKJIL

Santunan Perdana Peduli Yatim

Gerakan nyata kepedulian remaja-remaji masjid Assaassuttaqwa Desa Bagik Polak Barat terhadap masyarakat sosial melalui program "Peduli Yatim" telah dilaksanakan pertama kali pada jum'at (02/06) bertempat di masjid Assaassuttaqwa. Santunan perdana tersebut turut dihadiri pula oleh tokoh masyarakat seperti H. Muslim dan Sayuti, Ustad Nurul Fajri, S.S yang memberikan pengajian singkat dan Bapak Mastur, M.Pd., yang pada kesempatan tersebut memberikan motivasi dan juga kesannya terhadap acara yang diselenggarakan oleh remaja-remaji masjid Assaassuttaqwa. 29 dari 35 Yatim dan Piatu yang terdata, beberapa ada yang datang bersama orang tua atau pun nenek mereka. Setelah acara berakhir, panitia mengantarkan uang santunan dan juga takjil bagi adik-adik yang tidak datang di acara santunan. 

Pada kesempatan tersebut, Lia mewakili ketua panitia dan ketua remaja masjid menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para donatur dan juga masyarakat yang telah mendukung santunan tersebut melalui pembelian takjil. (Ly). 










Monday, 29 May 2017

PEER GROUP JUGA PUNYA KEGIATAN BAIK

Tadarusan Di Masjid Assaassuttaqwa

Sudah menjadi sifat manusia yang hidup berkelompok dan saling membutuhkan, seperti yang dijelaskan oleh Aristoteles mengenai Zoon Politicon. Begitu pula dengan remaja, biasanya dalam masa remaja tidak terlepas dengan peer group atau klik. 

Peer Group atau teman sebaya adalah kelompok pertemanan yang terbentuk karena kesamaan, baik dalam kesamaan kegiatan, tempat tinggal, sekolah, hobby dan lain sebagainya. Tidak jarang jika remaja lebih luwes dalam mengekspresikan diri maupun persaannya kepada peer group dibandingkan dengan keluarganya. Sedangkan klik atau cliques sendiri adalah kelompok dengan anggota yang lebih kecil dan biasanya terdapat keakraban yang lebih kuat dibandingkan dengan anggota kelompok lainnya. Klik tidak sama dengan sahabat. 

Namun dewasa ini seringkali kita mengetahui beberapa Peer Group yang justru berkegiatan yang kurang tepat bahkan merugikan banyak pihak seperti geng motor pembacok, pencurian, narkoba dan lain sebagainya. Tidak semua memiliki kegiatan negatif misalnya ada geng motor yang justru pembentukannya karena peduli terhadap kesejahteraan sosial, serta kegiatannya yang juga beragam. 

Beberapa bulan terakhir saya seringkali memperhatikan dua peer group didesa Bagik Polak Barat. Tidak tanggung-tanggung saya juga mengorek informasi pribadi mengenai beberapa anggota dalam kedua peer group tersebut. 


Kelompok Peer Group


Secara subjektif saya cenderung lebih senang dengan model peer group seperti ini, disaat ramadhan mereka bersama-sama tadarus setelah kelompok tadarus perempuan. Diluar bulan ramadhan mereka juga bermain tanpa melanggar aturan agama. Jika dalam peer group pembanding lumrah merokok dan juga minum-minuman keras, lain halnya dengan peer group dalam foto tersebut.

Pagi hari sekolah seperti biasanya, jadwal pulang sekolah terkadang berbeda, ada yang masih memiliki kegiatan di sekolahnya, ada yang pulang sekolah membantu orang tua atau neneknya dan ada juga yang tidur siang. Pernah juga saya jumpai mereka sedang bermain game online menggunakan handphone di salah satu warung game online milik saudara dari salah satu anggota peer group mereka.

Ada hal unik yang pernah disampaikan oleh salah satu peer group berinisial A ketika saya mendapati mereka malam minggu serentak bermain game online menggunakan Handphone di depan rumah. Mereka menjelaskan kepada saya bahwa mereka memiliki dua waktu bermain siang yakni siang hari bermain di kebun tetangga tanpa membawa handphone dan malam hari setelah sholat magrib bermain boleh membawa handphone. Karena pada awalnya saya sempat khawatir mereka tidak bisa merasakan kebersamaan karena kehadiran teknologi.

Ada banyak kegiatan lainnya yang mereka lakukan, hampir sama persis ketika saya kecil dulu. Hujan-hujanan sambil bermain sepak bola, rujak bareng, dan mereka juga mau disuruh roah (re: http://juliatiasaputri.blogspot.co.id/2017/05/tradisi-roah-jelo-penampahan-di-lombok.html ) bersama bapak-bapak lainnya dengan membawa nampan berisi lauk pauk.

Nah yuk kita sama-sama review, apakah peer group kita selama ini memberikan pengaruh yang baik atau buruk ke kita?




Sunday, 28 May 2017

LAPAK TAKJIL REMAS BAGIK POLAK BARAT SEBAGAI SALAH SATU WUJUD PEDULI YATIM

Aneka takjil

Sejumlah remaja-remaji masjid Assaassuttaqwa Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi menggelar dagangan mereka di depan masjid selama bulan Ramadhan 1438 H. ba’da ashar. Adapun kegiatan penjualan takjil ini dilakukan untuk menarik perhatian warga sekitar agar mau menyumbangkan sebagian rupiahnya, karena seluruh hasil penjualan takjil selama bulan ramadhan akan digunakan untuk menyantuni anak yatim piatu di Desa Bagik Polak Barat yang rencananya akan diadakan setiap hari jum’at sore di Masjid Assaassuttaqwa. 

Hujan tidak menjadi halangan bagi mereka semua dalam menjual takjil demi memberikan santunan bagi anak yatim di desa mereka. Tim pemasaran “peduli yatim” dibagi menjadi dua yakni stand takjil didepan masjid Assaassuttaqwa dan dari-pintu-ke-pintu, baik masyarakat desa Bagik Polak Barat maupun pendatang yang biasanya menghuni BTN atau Perumahan disekitar Desa Bagik Polak. Adapun menu takjil yang dijual bervariasi setiap harinya, hal tersebut dilakukan untuk menghindari kebosanan masyarakat dengan menu yang monoton. 

“Untuk takjilnya kita minta salah satu warga untuk memasak sesuai dengan menu yang telah disepakati dalam rapat tiap malam, pakai sistem bagi hasil, ada yang nitip juga dagangannya. Maunya sih masak sendiri tapi terkendala masalah waktu dan teman-teman yang lain juga ada yang kerja, sekolah dan kuliah. Syukurnya masakannya enak, bahkan sampai ada yang beli 10 cup kolak dan 6 cup bubur sumsum sekaligus, makanya hari ke-2 kemarin kita sold out sebelum magrib. Kemarin juga ada Hamba Allah yang mendonasikan hartanya sejumlah 500K untuk program peduli yatim ini” Jelas Koordinator Konsumsi Peduli Yatim. 

Muhammad Ramli selaku ketua Remaja Masjid bersyukur atas kekompakan dan kepedulian remaja-remaji masjid Assaassuttaqwa serta ketabahan hati mereka terhadap kritik yang kerap kali dilayangkan oleh beberapa orang terhadap setiap kegiatan yang mereka adakan selama ini, baik kegiatan di bulan ramadhan maupun kegiatan dilluar bulan ramadhan. Pada setiap pertemuan yang diselenggarakan, ketua remaja masjid yang akan segera melepas masa jabatannya tersebut selalu memotivasi rekan-rekannya untuk tidak pernah menyerah dan tetap semangat dalam membangun desa dan berbagi kebahagiaan. 

“Jadikan ini semua amal ibadah kita. Semoga segala kegiatan seperti santunan anak yatim lewat takjil peduli yatim, bisa memotivasi dan jadi inpirasi hidup kita sebagai pemuda yang pasti akan merubah segalanya kedepan. Jangan patah semangat, pesimis, lakukan selama kita mampu dan bisa, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan.” Ungkapnya. (Ly). 





Saturday, 27 May 2017

Puasa Produktif Ibu-Ibu PKK Bagik Polak Barat


Bagik Polak Barat - Puasa tidak menjadi halangan bagi ibu-ibu PKK untuk menggelar arisan sekaligus rapat mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dan telah dilakukan oleh PKK Bagik Polak Barat pada Sabtu (27/05) di halaman kantor desa.

"Biasanya kita laksanakan pertemuan dan arisan pada hari sabtu sore, karena hari ini puasa jadi mendadak saya SMS ibu-ibu untuk arisan pagi ini, jadi jadwalnya kita alih pada pagi hari" Terang Siti.

Siti Mustai'nah selaku wakil ketua PKK Desa Bagik Polak Barat mengingatkan kembali hasil rapat 28 Januari silam kepada anggota PKK mengenai jadwal piket, rencana majlis ta'lim, senam, studi banding desa lain atau daerah yang lebih maju, etalase hasil kegiatan, seragam olahraga yang masih belum teralisasi, kegiatan gotong royong yang masih terkendala hujan.

Disamping kegiatan tersebut, masih banyak kegiatan lainnya yang tertuang dalam Penerapan 10 Program Pokok PKK yang terbagi menurut empat pokja yang ada. (Ly)

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...