Perkembangan moral (moral development)
Melibatkan pemikiran, perilaku dan perasaan dalam mempertimbangkan mengenai benar dan salah. Lalu kapankah remaja mulai berpikir akan hal yang benar dan salah?
Sekitar umur 10 tahun ke atas anak mulai menyadari aturan-aturan dan hukuman-hukuman yang diciptakan oleh orang. Kohlberg beranggapan bahwa relasi dengan teman sebaya sangat mempengaruhi perkembangan moral remaja. Namun disamping itu, keluarga atau pengasuhan juga merupakan faktor penting bagi perkembangan moral.
Pengasuhan
Piaget dan Kohlberg berpendapat bahwa orang tua tidak menyediakan masukan yang unik atau esensial bagi perkembangan moral anak-anak. Mereka berpendapat bahwa orang tua memiliki kewajiban memberikan kesempatan untuk pengambilan-peran dan mengalami konflik kognitif, namun mereka menyediakan peran primer dalam perkembangan moral bagi kawan-kawannya. Para peneliti mengungkapkan bagaimana orang tua maupun kawan sebaya berkontribusi terhadap perkembangan kematangan moral. (Walker, Hennig, Krettenauter, 2000; White & Matawie, 2004; Santrock, 2007).
Disiplin orang tua
Menurut teori psikoanalisis dari Freud, aspek pengasuhan anak yang dapat mendorong perkembangan moral anak adalah dengan cara menanamkan rasa takut terhadap hukuman dan kehilangan cinta orang tua. Para ahli perkembangan anak yang mempelajari teknik pengasuhan-anak dan perkembangan moral memiliki fokus terhadap teknik-teknik disipin yang dilakukan oleh orang tua. Secara garis besar, terdapat tiga teknik yang biasa dilakukan oleh orang tua untuk mendisiplinkan anak. Adapun teknik tersebut meliputi :
- Menarik Cinta (love withdrawal)
- Memperlihatkan kekuasaan (power assertion)
- Membujuk (induction)
Para ahli teori dan peneliti perkembangan moral mengatakan semua jenis disiplin dapat menyadarkan remaja. Salah satu teknik yang dapat menyadarkan remaja dalam tingkat yang sangat tinggi ialah dengan menarik cinta dan memperlihatkan kekuasaan, sebab menarik cinta menimbulkan kecemasan pada remaja, sedangkan memperlihatkan kekuasaan dapat menimbulkan permusuhan antara orang tua dan remaja. Membujuk juga dapat menyadarkan remaja dan memperlihatkan hasil yang tinggi sedang tidak seperti saat menarik cinta dan memperlihatkan kekuasaan. Melalui membujuk remaja digiring untuk memperlihatkan konsekuensi dari tindakannya ke oran lain, bukan pada dirinya sendiri saja.
Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menyimpulkan bahwa secara umum, anak-anak yang bermoral cenderung memiliki orang tua dengan karakteristik sebagai berikut (Eisenberg & Valiente, 2002; Santrock, 2007).
- Hangat dan suportif dibandingkan menghukum
- Menerapkan disiplin dengan cara membujuk
- Memberikan peluang kepada anak untuk mempelajari perspektif dan perasaan orang lain.
- Melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan didalam keluarga dan memberikan peluang bagi anak-anak untuk melakukannya juga.
- Memberikan informasi mengenai perilaku yang diharapkan dan disertai alasan mengapa.
- Mendorong penghayatan moral yang bersifat internal dibandingkan eksternal.
Sekolah
Sekolah merupakan sebuah konteks yang penting bagi perkembangan moral. Pendidikan moral banyak didebat dalam lingkungan pendidikan. Terdapat beberapa cara sekolah dalam meningkatkan moral anak-anak didiknya.
- Kurikulum tersembunyi
- Pendidikan moral
Lawrence Walker (2002; Santrock 2007) menyatakan bahwa pendidikan karakter perlu melibatkan diskusi yang kritis mengenai nilai-nilai dibandingkan hanya sekadar menempelkan sebuah dafta mengenai kebijaksanaan moral di dinding kelas. Ia menekankan bahwa anak-anak remaja perlu berdiskusi dan berefleksi mengenai bagaimana menerapkan kebijaksanaan ke dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menghadapkan anak muda pada teladan mpral yang dapat mendorong mereka untuk menconto dan membuat anak muda untuk berpartisipasi dalam layanan komunitas.
- Penjelasan mengenai nilai
- Pendidikan moral kognitif
- Service learning
Ψ
Referensi :Santrok, John W. 2007. Remaja, Edisi Kesebelas. Jakarta:Erlangga.
No comments:
Post a Comment