
#5WeeksPregnant
Hai kesayangan bunda dan ayah.
Suatu hari nanti kesayangannya bunda dan ayah bakalan baca blognya ini kalau
sudah besar ya J
Banyak hal yang pengen bunda
ceritain semasa bunda hamil, banyak banget dek. You’re like my miracle, Ayah
and Bunda don’t know how to describe our happy, pokoknya bahagia banget,
bahagia sebahagia-bahagianya.
Akad nikah ayah dan bunda tepatnya
tanggal 24 Maret 2018 dan itu kondisiya bunda lagi masa menstruasi loh dek. Bunda
di boyong keluarga ayah pada tanggal 20 maret 20018 dan ternyata itu menjadi
Hari Pertama Mens Terakhir dan penentuan HPL bunda nantinya.
Bunda kan punya prediksi masa
subur, kira-kira masa subur bunda tanggal 2 atau 3 April 2018 dek, nah
disitulah ayah bisikin bunda dengan wajah penuh harap, katanya “Dek, Mas pengen
punya anak” gitu si Ayah bilang waktu itu.
Tujuan pernikahan selain untuk
beribadah memang untuk memperoleh keturunan dan bunda takut banget kalo bunda
nunda-nunda nanti Allah marah atau ngambek sama bunda. Bunda sama ayah juga
pengennya cepet-cepet biar nanti bunda sama ayah ada yang ramein. (Eh dek, kok
bunda jadi pengen makan nasi padang ya?)
Bismillah, program si Junior
dimulai. (Kamu bukan robot ya dek, kamu anaknya bunda dan ayah yang diberikan
Allah Sang Maha Pencipta)
Okey balik lagi ke masa
suburnya bunda ya, setelah masa subur harusnya prediksi mens bunda tanggal 20
atau gak 22 April dek. Sama seperti gejala menstruasi biasa, bunda juga dulu
ngerasain disminore atau kram bagian perut, pinggang, sakit banget sampai bunda
nangis dan ayah ga tau harus kayak gimana lagi nanganin bunda. Ayah Cuma bisa
ngelus-ngelus dan meluk bunda, sama ngasi minyak angin waktu itu. Mau dibawa ke
rumah sakit sama ayah tapi bunda bilang memang udah biasa kayak gitu. Kalo
iyain ajakan ayah, bisa lebih cepet prediksinya hiihihihi.
Nah temen sekelas bunda, Tante
Oriex kebetulan ngasi saran ke bunda biar bunda cek aja pake tespack, kata
Tante Oriex gejala menstruasi sama gejala mens itu sama. Gimana ya? Bunda
pengen banget cek tapi bunda takut sekali nanti hasilnya ga sesuai harapan,
soalnya bunda sering dapet cerita tentang temen-temen bunda yang kayak gitu.
BTW itu juga bunda udah telat mens seminggu loh, padahal ga biasanya bunda
telat sampai seminggu, paling Cuma sehari dua dari prediksi dan masih ada tanda
mau mens juga yang sakit perut itu loh dek.
Akhirnya bunda beli tespack
yang harganya 3000 itu, liat hasilnya positif, alhamdulillah bunda senyam-senyum
sendiri. Ditanya tante Nining temen kerja bunda, bunda gak mau jawab, ditanya
Tante Oriex juga bunda ga mau jawab. Pokoknya bunda mau ayah aja yang duluan
tau. Iya jadi bunda senyam-senyum terus sepanjang hari.
Karena bunda masih belum
percaya setelah melihat garis merah dua, akhirnya bunda beli tespeck yang lebih
canggih lagi, ihihihih, namanya juga hamil anak pertama yaaaa, rasanya kayak
gimanaaaaaa gitu. Pokoknya pengen langsung USG aja sebenarnya, biar langsung
memastikan.
Ini bunda sudah siap-siap
pengen kasi hadiah ke ayah loh dek, bunda siapkan kotak cantik dan bunda isi
dengan tespack yang bagus tadi.
Setelah solat magrib
berjamaah, bunda kasih deh itu tespack ke ayah. Sayang bunda ga rekam ekspresi
bahagianya ayah :D
Ayah bahaagiaaaaaaa banget
waktu liat hasilnya dan berterimakasih sama bunda. Ayah juga ga berhenti
bersyukur. Selama ini ayah selalu berdo’a biar dikaruniai anak-anak yang
soleh-solehah, berbakti sama orang tua, baik sama keluarga dan lingkungan
sekitar. Pokoknya bunda sama ayah ga tau mau melukiskan kebahagiaan kami
mendapatkanmu.
Ih kalo inget ekspressi
bahagia ayah, bunda jadi senyam-senyum sendiri deh.
Tanggal 28 April 2018 ayah dan
bunda cek ke bidan desa, Bu Dayu namanya. Bunda told her about my late period
and showed her the result. Waktu itu bunda ga ada mual atau muntah, ga pusing
eventhough tensi bunda 90/60 loh dek. Daebak!
Bunda juga rajin konsultasi ke
keluarga yang emang bidan misalnya,
Nenek Erni Suryana, Nenek Eby dan tante Ebong. Hahahaha
Selanjutnya bunda dan ayah berencana
untuk cek ke dokter kandungan J
No comments:
Post a Comment