![]() |
| Pantai Gading |
Bagaimana anda memanfaatkan hari libur dengan keluarga?
Kamis pagi setelah sholat subuh saya dan keluarga mengunjungi Pandai Gading yang terletak di Jalan Lingkar Selatan setelah Asrama Haji atau bersebelahan dengan Pantai Mapak Kubur. Cukup membayar parkir sejumlah Rp. 2000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5000,- untuk kendaraan roda empat kita sudah bisa menikmati pantai pemandangan di pantai ini dan merasakan air laut yang hangat ketika pagi.
Tidak perlu khawatir jika tidak membawa bekal saat berkunjung ke pantai ini. Banyak pedagang makanan dan juga jasa mainan anak-anak yang ditawarkan. Misalnya pelecing, mie instan, ikan bakar,
![]() |
| Pedagang Telur Lilit |
![]() |
| Ikan Bakar |
![]() |
| Pelecing Kangkung |
Ketika berenang dipantai ini bersama keponakan saya, ada hal yang membuat hati saya teriris. Bukan karena saya tidak bisa berenang dan tenggelam, melainkan saya berenang bersama beberapa jenis sampah seperti kemasan makanan instan, tusuk sate, kulit kacang dan lain sebagainya.
Awalnya memang tidak begitu banyak sampah, pagi-pagi sekali, namun seiring dengan meningginya matahari dan meningkatnya jumlah pengunjung, pesisir pantai jadi semakin banyak sampahnya.
Alangkah lebih baiknya jika kita menjadi wisatawan yang cerdas, tidak harus ber IQ tinggi untuk mulai mengumpulkan sampah dan membuangnya di tempat-tempat yang sudah disediakan. Tenang saja, Pantai Gading memiliki banyak bak sampah yang tersebar di sekitar pantai ini. Jadi kita cuma perlu olahraga beberapa langkah untuk dapat membuang sampah pada tempatnya. Jika bukan kita yang menjaga keindahan alam, siapa lagi? (Ly).
![]() |
| Sampahnya di kumpulkan ya |





No comments:
Post a Comment