Friday, 11 August 2017

Menunggu atau Melangkah?

"Hampir 8 tahun!" katanya sembari membuka jilbab dan memasukkan es kelapa muda itu kedalam freezer selepas maghrib.

Kupikir aku bisa menebak apa yang membuat dia kesal lagi. Mungkin sikap kekanak-kanakannya lagi. Mungkin kekasihnya membuat dia kesal lagi.

"Aku menghabiskan satu porsi es kelapa muda disana, sudah kukirimi gambar posisiku dimana lengkap dengan motorku yang kuparkir didepan gerobak. Harusnya jika dia jeli, jika dia benar-benar berniat dan sungguh-sungguh, kenapa tidak mampir saja di salah satu dari empat warung itu? Bukan empat, tapi dua. Toh ketika dia pulang harusnya dia melihat motorku disana"

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku sembari menghabiskan es kelapa muda yang dibelinya dua porsi. Katanya satu untuk dia dan satu untuk pacarnya yang tidak kunjung datang, pada akhirnya ia bawa pulang saja.

"Jika memang dia bolak-balik seperti orang bodoh. Kenapa dia tidak berusaha sedikit saja menjadi orang pintar dengan cara masuk ke warung.
Aku memberinya teka-teki agar dia bisa mencariku dan menemukanku ketika aku hilang. Agar dia bisa meyakinkanku ketika aku ragu. Jika memang seperti ini caranya, apa benar ia jodohku?"

Ceritanya terus saja mengalir. Pernah suatu ketika seorang teman pamannya yang sedang menempuh pendidikan mengajaknya ta'aruf dan berumah tangga. Langsung saja ia menolak karena sudah memiliki kekasih dan sudah berjanji.

Hampir delapan tahun menjalani hubungan, ia dan kekasihnya berencana menikah namun 4 kali pula pernikahan itu harus ditunda. Terakhir, ketika ia berhasil meyakinkan orang tuanya, kekasihnya yang pada awalnya ingin cepat-cepat menikah, justru malah dia sendiri yang menundanya. Kurang lebih begitulah hasil cerita yang bisa aku simak darinya.

"Selain mengetahui dia selingkuh berkali-kali, membatalkan pernikahan dan memilih pekerjaan itu ketika aku bisa menyakinkan orang tuaku adalah hal terberat dan tersakit yang kurasakan".

"Kupikir aku memang sudah lelah dengan hubungan ini" katanya menyeka air mata dari ujung matanya.

"Aku sedang berusaha meyakinkan diriku untuk menunggunya. Aku kembali menolak ajakan orang lain untuk menikah. Aku menolak dan aku menunggu. Aku hanya tidak tahu, apakah aku menunggu sebuah kesia-siaan atau tidak. Haruskah aku menunggu atau melangkah dengan yang pasti? Aku tidak mengapa hubungan ini berjalan serumit ini sekarang?"

"Kupikir karena kantor kami berdekatan, aku bisa sering melihatnya dan bersamanya. Dia sibuk dijam kerja aku bisa paham. Bertemu didepan kantorku ketika pulang kerja, ia malu. Bertemu didepan kantornya, ia sibuk dengan temannya. Bertemu didalam kantornya, ia dingin. Membawakan bekal untuknya, ia kenyang. Menunggunya dengan sebuah bekal selama sejam, ia tak ada kabar.

Bisakah kau berpikir bahwa, ia akan mencariku ketika aku hilang?
Menjadi air jika aku api?
Iya bila aku tidak?
Datang bila aku datang?

Ah hubungan rumit ini, sebaiknya kuakhiri saja.

Toh, ia akan bahagia dan sukses bila aku tak mengganggunya" meneguk es nya dan mengakhiri cerita hari ini.

No comments:

Post a Comment

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...