Wednesday, 8 November 2017

The Circle: Dave Eggers - [Novel Review]


The Circle, Dave Eggers - Siapa yang tidak ingin bekerja di Circle? Salah satu perusahaan sosial media terkemuka yang hampir semua orang menggunakannya. Circle merupakan perusahaan impian semua orang, pesta setiap akhir pekan, gaji yang fantastis, fasilitas perusahaan yang disediakan untuk karyawan, teknologi-teknologi termutakhir dan rekan kerja yang sangat baik hati bahkan kau bisa mendapatkan asuransi untuk kedua orang tuamu. 

Mae Holland bergabung dengan perusahaan -yang biasa mereka sebut kampus- atas bantuan temannya Annie. Mae terlebih dahulu di tempatkan di bagian Customers Experience dengan hasil kerja yang begitu fantastis di minggu pertamanya. 

Selain menuntu Mae untuk bekerja sesuai dengan SOP, perusahaan ini sangat menekankan transparansi data, semua data harus di upload ke cloud, harus menghadiri semua undangan dari semua  komunitas, hadir dalam berbagai macam kegiatan akhir pekan, aktif di jejarin sosial (yang setiap aktivitas akan mendapatkan point) jika Mae tidak melakukannya maka atasannya akan mengintrogasinya bak penjahat. 

Buku setebal 589 halaman yang diterbitkan oleh Vintage Books - New Yorks dan diterjemahkan oleh Penerbit Bentang ini berisi tiga buku. Buku pertama menceritakan tentang perjalanan pertama Mae Holland di Circle, pencapaian-pencapaiannya. 

Bahasa yang digunakan juga cukup mudah saya pahami dan benar-benar diterjemahkan sesuai dengan KBBI, misalya online menjadi daring atau e-mail menjadi surel. 
"Ketika ada sesuatu yang dirahasiakan, terjadi dua hal. Yang pertama adalah bahwa hal itu memungkina terjadinya kejahatan. Kita bertingkah lebih buruk ketika perbuatan kita tidak perlu dipertanggungjawabkan. Itu sudah jelas. Dan, yang kedua, rahasia menimbulkan spekulasi. Ketika tidak tahu apa yang disembunyikan, kita menebak-nebak, kita mengarang jawabannya" - Bailey,354
Biasanya konflik yang terjadi antara Mae dengan perusahaan terjadi pada hari senin. Mae sering mangkir dari kegiatan akhir pekan kampus dan hal tersebut yang menyebabkan ia selalu dipanggil oleh atasannya dan harus menjelaskan panjang lebar mengenai kegiatannya tersebut. 

Melalui tokoh utamanya Mae Holland, penulis ingin menunjukkan pada pembaca bahwa Circle yakni perusahaan sosial media terbesar ingin mengendalikan seluruh aspek kehidupan manusia. Ketika rahasia dianggap adalah suatu kebohongan dan malu merupakan hal yang tidak patut untuk dilakukan. Adakalahnya kita ingin bebas melakukan apa saja, menyimpan apa saja, Namun di Circle hal itu adalah suatu kejahatan besar. 

Konflik lain diluar perusahaan terjadi akibat internet yang mengganggu makan malam dan menyita waktu dengan keluarga. Hal ini diceritakan ketika Mae Holland seharusnya menikmati makan malam yang nyama bersama keluarganya, namun ia malah sibuk dengan ponselnya setelah mem-posting karya Marcer, mantan kekasihnya yang sangat dicintai oleh orang tua kandung Mae. 

Buku kedua adalah puncak kesuksesan Mae, ia menjadi transparan dan bisa dilihat oleh semua orang yang berada di belahan dunia manapun. Masa dimana Annie mengalami kemunduran prestasi akibat mengetahui siapa leluhurnya melalui PastPerfect yang juga dikembangkan olehnya. Kalden laki-laki pujaan Mae yang ternyata adalah Ty, satu dari Three Wise Man yang selama ini menghilang. Kalden -Ty- merupakan pendiri dari Circle yang justru menginginkan hal sebaliknya dan meminta Mae untuk berhenti. 

Buku ketiga berisi bagian penutup yang sebenarnya kurang saya nikmati. 




No comments:

Post a Comment

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...