Kisah dalam novel ini dibuka dengan menceritakan kesabaran Jodi Brett seorang psikolog dalam menghadapi segala sifat suaminya yakni Todd, termasuk ketika dengan sadar mengetahui bahwa suaminya sedang berselingkuh dengan perempuan lain.
Mungkin agak kurang tepat disebut suami - isteri karena selama 20 tahun mereka hanya tinggal bersama karena Jodi tidak menginginkan sebuah pernikahan dan memiliki anak.
Suatu ketika Todd yang berselingkuh dengan anak dari sahabatnya Dean dan menghamili Natasha yang masih berada di bangku kuliah. Dean mengancam akan memberitahu Jodi mengenai hal tersebut dan benar saja walaupun Jodi sudah mengetahui hal tersebut ia hanya diam saja. Jika pasangan lain mungkin akan berteriak dan memaki hingga memukul pasangannya karena berselingkuh apalagi menghamili wanita lain, tidak dengan Jodi. Jodi tetap tidak membahas hal tersebut hingga Todd lah yang harus menjelaskannya.
Hal terbaik yang dimiliki oleh Jodi adalah dia mampu memanage marahnya dan menenangkan dirinya sendiri ketika memiliki sebuah masalah.
Tod sebenarnya sangat mencintai Jodi namun ia memilih untuk meninggalkan Jodi dan pindah ke apartemen lain bersama Natasha. Karena rumah yang ditinggali oleh Jodi saat ini adalah miliki Todd dan menurut hukum yang berlaku Jodi harus mengosongkan rumah tersebut.
Tidak ingin kehilangan rumahnya, seorang sahabat menawarkan bantuan kepada Jodi sebelum hari pernikahan Todd dan sebelum Todd mengubah isi surat wasiatnya. Karena jika Todd meninggal sebelum hari hari pernikahannya maka seluruh harga kekayaan juga rumahnya akan jatuh ke tangan Jodi.
Akhirnya Todd meninggal dengan beberapa hujan peluru oleh beberapa pembunuh bayangan. Detektif menganggap Jodi lah pelakunya, namun tidak ada bukti yang mampu menjeratnya. Ketika penyelidikan berlangsung, muncullah nama Dean. Polisi menduga Dean adalah pembunuh Todd dengan bukti transaksi bank kepada kedua pembunuh bayaran tersebut. Akhirnya hukum membebaskan Jodi dan menahan Dean.

No comments:
Post a Comment