Tidak hanya bagi orang dewasa dan supermodel, memiliki tubuh yang kurus juga merupakan hal yang sangat penting bagi remaja perempuan agar terlihat cantik dan menawan bagi lawan jenisnya. Tidak heran jika banyak remaja perempuan mati-matian diet agar mendapatkan tubuh yang kurus, dan tidak sedikit pula remaja yang akhirnya dilarikan kerumah sakit dan bahkan lebih parahnya dapat menimbulkan kematian akibat didiagnosa anorexia nervosa dan bulimia nervosa.
Apa sih anorexia nervosa dan bulimia nervosa tersebut?

Anorexia nervosa ialah suatu gangguan makan (eating disorder) yang melibatkan upaya yang sangat keras untuk mendapatkan tubuh yang kurus dengan cara melaparkan diri. Anorexia lebih sering dialami oleh kaum perempuan dalam masa remaja dan dewasa awal dibandingan kaum laki-laki. Para penderita anorexia nervosa ini memiliki perspektif yang menyimpang mengenai citra tubuh yang ideal. Mereka merasa akan terlihat lebih baik jika mereka memiliki tubuh yang kurus kering.
Para penderita anorexia nervosa tidak serta merta menolak makanan dalam hidup mereka. Mereka juga memiliki minat yang besar terhadap makanan, namun bukan untuk dimakan sendiri olehnya melainkan dengan minat yang berbeda seperti memasak untuk orang lain dan menonton orang lain makan dengan bersemangat.
Ketika upaya melaparka diri berlanjut dan kandungan lemak tubuh menurun ke suatu batas minimum, menstruasi biasanya berhenti dan perilaku sering menjadi hiperaktif (Polivy dan Thomsen, 1987; Dalam Santrok, 2002).
Lalu apa saja faktor yang melatarbelakangi seseorang untuk menderita anorexia nervosa?
Faktor sosial dan psikologis menjadi faktor yang berperan penting dalam hal ini. Faktor sosial yang paling penting ialah tren memiliki tubuh yang kurus, melihat tokoh idola (public figure) yang sering di ekspose oleh media masa. Sehingga penderita anorexia memiliki keinginan untuk melakukan imitasi. Faktor psikologis meliputi motivasi untuk menarik perhatian orang lain, aktif secara seksual dengan pacar saat pubertas dan hubungan dengan orang tua. Sebab penderita anorexia nervosa biasanya berasal dari keluarga-keluarga berpendidikan tinggi, berpenghasilan menengah ke atas dan memberikan tuntutan yang tinggi bagi mereka untuk berprestasi. Bila penderita anorexia tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut, maka mereka tidak mampu pula untuk mengendalikan kehidupan mereka.
Nah, selain anorexia nervosa tersebut terdapat pula eating disorder lainnya yakni bulimia nervosa. Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang melibatkan makan dan minum secara berlebih-lebihan lalu memuntahkannya dengan konstan. Terkadang penderita bulimia ini mengganti pola makan yang berlebih dengan perilaku makan seperti biasanya, terkadang pula mereka tidak makan sama sekali.
Sama halnya dengan anorexia nervosa, bulimia nervosa lebih banyak di derita oleh kaum perempuan daripada kaum laki-laki. Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menderita bulimia hampir sama dengan faktor-faktor yang menyebabkan anorexia.
Perilaku remaja yang menderita bulimia dan anorexia tersebut juga tidak lepas dari teori perkembangan kognitif dari Piaget. Dimana tahap terakhir dari keempat tahap perkembangan kognitif Piaget ini membahas mengenai tahap operasional formal (formal operation stage) yang berlangsung antara usia 11 hingga 15 tahun. Dalam tahap ini, remaja biasanya bernalar secara lebih abstrak, idealis dan logis. Ketika remaja berpikir secara abstrak, maka mereka akan mengembangkan gambaran mengenai keadaan yang lebih ideal. Misalnya dalam menarik perhatian lawan jenis, mereka akan membandingkan diri mereka dengan standar yang ideal dan sedang tren saat ini (seperti penderita anorexia dan bulimia). Tidak heran jika banyak kasus yang terjadi pada masa remaja.
Ψ
Referensi :Santrok, John W. 2007. Remaja, Edisi Kesebelas. Jakarta:Erlangga.
Santrok, John W. 2002. Life-Span Development, Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga.
sumber gambar :
http://vernonaharris.com/wp-content/uploads/2012/11/Bulimia_by_LemonTequila1-600x438.jpg
http://www.seotogrow.in/wp-content/uploads/Anorexia-nervosa-sports-nutritionist-krupali-shah-760x300.jpg

No comments:
Post a Comment