Monday, 13 March 2017

DARI SAMPAH JADI RUPIAH

Apa yang terlintas dipikiran kita ketika menyebut ‘sampah’?. Kebanyakan dari kita akan menganggap sampah adalah benda yang tidak berguna dan tidak memiliki nilai apapun, namun tidak demikian bagi ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Bagik Polak Barat. Bagi ibu-ibu TP PKK sampah adalah berkah yang dapat mendatangkan rupiah bagi mereka.

Berpedoman pada 10 pokok program PKK, ibu-ibu dari desa yang belum lama mekar ini sukses mengusung Bank Sampah dalam rencana kegiatannya. Siti Musta’inah selaku wakil ketua 1 TP PKK Desa Bagik Polak Barat menjelaskan bahwa tim terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke masyarakat bagaimana memilah sampah organik dan anorganik, kemudian sampah-sampah anorganik seperti plastik kemasan kopi, botol dan gelas dibeli oleh bank sampah. Hasil penjualan tersebut kemudian ditabung dan dicairkan tatkala ada kebutuhan yang mendesak misalnya untuk biaya pendidikan anak-anak, kesehatan dan hari raya.

Berbekal pengetahuan dan keahilan yang didapatkan dari youtube.com, mereka sukses mengolah sampah menjadi kerajinan tangan seperti: tas, dompet, topi, keranjang belanja, piring dan lain sebagainya, hingga mendatangkan rupiah. Tidak hanya bagi ibu-ibu kelompok PKK, melainkan masyarakat sekitar juga mendapat keuntungan dari mengumpulkan sampah.
Namun tidak segala hal dapat berjalan mulus sesuai dengan keinginan mereka. Saat ini mereka dihadapakan dengan tantangan pemasaran. Produk yang mereka hasilkan masih dipasarkan dari mulut ke mulut di sekitar desa dan belum banyak orang yang tertarik dengan kerajinan dari sampah khususnya di Pulau Lombok. Meskipun demikian, tak menutup kesempatan mereka untuk berdiskusi dengan salah satu volunteer Sarekat Hijau Indonesia, Andrea, Warga Negara Prancis pada hari senin 13/03.

“Jadi kebetulan saya juga menjadi pengurus di Sarekat Hijau Indonesia wilayah NTB, saya di bagian pemberdayaan ekonomi. Kebetulan kemarin hari sabtu saya mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan volunteer yang jauh-jauh datang dari Prancis yakni Andrea selaku sekjen SHI yang datang hanya untuk melihat bagaimana kondisi kita di Indonesia terkait dengan lingkungan. Dari diskusi itu kemudian saya bercerita tentang apa yang kita lakukan di desa. Dia tertarik untuk melihat secara langsung proses pegelolaan sampah menjadi suatu kerajinan” Jelasnya.


Tidak hanya sampah anorganik, kedepannya Siti Mutma’inah dan TP PKK berencana membuat pupuk dari sampah organik dan medirikan tempat pengelolaan semua jenis sampah agar sampah tidak lagi menjadi masalah, sehingga mereka dapat mewujudkan harapannya memiliki TPS 4R Terpadu, Tempat Pengelolaan Sampah Terpatu: Reduce, Reuse, Recycle and Replace. (Ly) 

No comments:

Post a Comment

She's Coming Out Early!

Qalisha Syakira Ilham  She's Baby Qa Sebelumnya, janjian sama ayahnya mau barengan ulang tahun di Desember 28. Tiba-tiba tadi mala...